Kamis, 30 Oktober 2014

Kunang-Kunang

Haii kunang-kunang..
Kamu terlihat mempesona..
Datang berputar-putar disekitarku..
Mengajakku bermain dan mengalihkan apa pun itu..

Kamu datang setiap hari..
Tak tau waktu..

Terkadang dini hari ketika aku bangun tidur..
Terkadang di siang yang terik ketika aku sedang beraktivitas..
Terkadang di sore hari saat aku sedang menikmati temaram senja..
Dan terkadang malam hari ketika aku sibuk dengan tugas-tugas ku..

Tak masalah kamu datang..
Tapi tak seharusnya seintens itu..
Sering kali sepanjang hari kamu datang mengajakku bermain..

Kamu bukan kekasih ku,,
tetapi aku harus berbagi dengan mu..
Memperhatikan mu lebih sering..
Mengabaikan tugas-tugas ku..
Semuanya..
Saat kamu datang aku pun rela meninggalkan apa pun itu..
Yaa..hanya untuk menemani kehadiran mu..

Aku tak berniat mengusir mu..
Tapi tolong lah aku..
Aku menyadari kehadiran mu..
Sepenuhnya menyadari mu..
Dan aku tau kamu sudah menjadi bagian dari tubuh ku..
Bahkan mungkin jiwa ku..

Sesakit apa pun itu.. Aku tak akan mengusir mu..
Justru karena kamu aku bersyukur masih bisa merasakan sakit..
Bagus bukan? Karena ternyata aku tidak mati rasa..
Buktinya aku masih merasakan kamu ada..

Kamu boleh datang..
Boleh mengajakku bermain..
Tapi aku mohon,,
jangan ajak aku ikut bersama mu..
Aku takut..

Masih Tentangnya..

Apa kalian mengenalnya?
Ini masih tentangnya..
Tentang pendar cahaya malam..
Aku merasa sangat mengenalnya..
Dia seperti Revan.. Yaa kekasih ku..
Tak ada yang tau kan kalau aku memiliki kekasih..?
Dia kekasih khayalan ku..
Bukan..
Tentu saja bukan khayalan..
Dia nyata bagiku.. Hanya saja kalian tak bisa melihatnya..
Jika kalian dapat melihatnya,, kalian pasti akan berpendapat sama seperti aku..
Tak ada yang berbeda.. Nyaris kembar mungkin..
Aku tak bisa menggambarkannya.. Karena aku tak melihat dari fisiknya..
Aku melihat dari hatinya yang begitu tulus..
Yaa seperti pendar cahaya malam..
Memandangnya cukup tak berlensa..

Jika Tak Cukup Waktu ku . . .

Jika tak cukup waktu ku menikmati hangatnya mentari pagi,,
setidaknya aku masih dapat merasakan dinginnya malam ini..

Jika tak cukup waktu ku untuk mengucapkan selamat pagi,,
setidaknya aku masih dapat memandangmu dari sini..

Jika tak cukup waktu ku untuk membuat mu tertawa,,
setidaknya aku masih berusaha menahan mu untuk tidak berduka..

dan

Jika tak cukup waktu ku untuk tinggal lebih lama,,
setidaknya aku masih berusaha ada.. :')

Selasa, 07 Oktober 2014

-Pendar Cahaya Malam-

Entah apa yang ada dalam pancaran pesonanya..
Begitu kuat dan melekat..
Pendar cahayanya membuatku tersenyum..
Bukan karena indahnya,, tapi ada sesuatu didalam dirinya..
Aku terpikat aku terikat..
Mampukan aku tak menoleh ke belakang..
Seiring sirnanya senja,, bahkan aku tak peduli dengan temaram yang mulai hilang..
Aku tetap menatapnya tak berkedip..
Seperti titik-titik cahaya lampu indah walau aku tak berlensa..
Sungguh aku tak tau..
Begitu dekat begitu hangat..
Aroma manis permen karet melekat padanya..
Tak berani ku mendekat karena aku takut semakin terpikat..

Memandangnya cukup tak berlensa..