Heii Senja,, apa kamu tau
aku sudah sedikit melupakanmu?
Yaa..sedikit saja..
Walau
terkadang ketika aku bertemu denganmu lagi rasanya aku masih bimbang..
Mungkin aku belum
benar-benar pergi dari mu atau kamu yang sengaja masih memberikan bekas
disini..
Entahlah..
Aku tau gengsi
kita sama-sama besar J
Mungkin aku hanya ingin
menunjukkan bahwa aku tak tergantung lagi padamu..
Dan aku akan membiarkanmu
pergi bersama wanita lain atau sekedar pergi memeluk malam..
Aku ingin menceritakan
kepadamu tentang seseorang yang menarik perhatianku..
Aku tak akan
membandingkannya denganmu.. Tenang saja..
Aku percaya setiap orang
punya keunikannya masing-masing..
Tapi ada sedikit
kemiripan antara kalian berdua..
Pecinta warna biru dan
penyanyi dengan suara rendah.. Sama kan..?
Hanya itu,, aku janji tak akan membandingkannya lagi..
Hanya itu,, aku janji tak akan membandingkannya lagi..
Aku tak tau apa aku akan
terjebak di zona kakak adek lagi seperti kita dulu..
Kemudian berubah,, jadi yaa...
katakanlah sesuatu yang bernama sayang, cinta, atau apalah..
Dan sejak saat itu
semuanya justru berubah..
Dia tidak terlalu tinggi,
berkulit hitam manis, dengan rahang keras khas pria Indonesia Timur..
Aku tak tau apa yang
membuatnya begitu mempesona..
Dia tak tampan, tapi dia
punya lesung pipit yang mungkin membuatku jatuh cinta ketika dia tersenyum atau
tertawa dan memamerkan deretan rapi gigi putihnya..
Aku selalu senang melihat dia tertawa saat mendengarkan aku bercerita dengan hebohnya..
Aku selalu senang melihat dia tertawa saat mendengarkan aku bercerita dengan hebohnya..
Tipe orang yang
memperhatikan lawan bicaranya dan suka memperhatikan hal-hal kecil yang tak
terduga..
Bayangkan saja, dia
membetulkan pijakan kaki motor bagian belakang dengan tangannya sebelum aku
naik ke motornya..
Oh Tuhan..mungkin bagi pria
itu tak penting..
Tapi bagi wanita,, terlebih aku pribadi merasa tersentuh..
Hal kecil dan sederhana
yang justru membuat ku bahagia..
Sebenarnya dia bisa saja
menggunakan kakinya, atau membiarkannya saja karna nanti aku akan membetulkan pijakan
itu dengan sendirinya..
Aku mengenalnya dan
menjadi begitu akrab tanpa sengaja..
Mungkin waktu yang
membuat kita seperti itu..
Tak banyak yang aku tau
dari dia sebenarnya..
Mungkin lebih banyak dia tau tentang aku..
Bukan karena dia tertarik
padaku dan mencari tau,, tapi yaa kamu tau sendiri aku selalu heboh ketika
bercerita..
Aku yakin banyak hal yang
dia tau dari ceritaku yang mengalir..
Bahkan kamu jangan kaget
karena dia tau tentang kamu.. J
Dia begitu suka angka 15,
karena katanya itu adalah angka keberuntungannya..
Mulai dari tanggal dan
bulan kelahirannya jika dijumlahkan hasilnya adalah angka 15, bahkan hingga percaya
bahwa tahun 2015 ini adalah tahun keberuntungannya sehingga dia harus lulus dan
wisuda tahun ini..
Lucu dan unik sekali pemikirannya.. Hhahaaa..
Aku dan dia sama-sama
hobi bercerita,, apa saja bisa kami ceritakan dan jadi bahan obrolan yang
begitu menyenangkan..
Aku senang bisa
mengenalnya dan dia juga pernah bilang senang bisa mengenalku..
Katanya,, senang bisa
kenal orang yang sama gilanya.. J
1 bulan aku
merepotkannya, diantar dijemput setiap kali latihan..
Yaa kita masih biasa saja
dan begitu menikmati, hingga akhirnya gosip-gosip mulai bermunculan..
Kata “ciieee”, entah
kenapa membuatku trauma..
Kedekatan kami malah
justru menjadi renggang..
Oh entahlah ini
perasaanku saja atau bagaimana..
Kami semakin jauh..
Entah
dia yang menarik diri,, atau aku yang tanpa sadar justru menarik diri..
Hal ini yang aku takuti
dan sejujurnya tidak aku inginkan..
Aku ingin berjalan biasa
saja,, bercerita apa saja,, terus dekat tanpa harus terganggu dengan
olok-olokan dan seolah dipojokkan..
Mungkin lebih baik diam saja
dan ketika sudah lama jadian orang baru tau bahwa kita dekat, seperti dulu
ketika aku denganmu senja..
Ohh maafkan aku mengungkitnya.. Aku terbawa arus..
Ohh maafkan aku mengungkitnya.. Aku terbawa arus..
Percayalah bahwa menjalin
hubungan dalam diam tanpa ada yang tau lebih menyenangkan daripada tidak ada
apa-apa tapi banyak orang menganggap ada apa-apa..
Aku tak tau,, dan
sebenarnya aku tak mau tau kalau sampai hatiku telah terpikat padanya..
Aku masih takut.. Aku tak
mau perasaan ini lebih menghancurkan zona kakak adek kami..
Jujur aku masih trauma..
Aku sadar bahwa aku bukan
siapa-siapa..
Dan kami bukanlah
apa-apa..