Jumat, 07 Februari 2014

Kehilangan di Persimpangan.. "Dari situlah ketakutan-ketakutan itu datang.."


16 Maret 2007 aku mengenalnya..
Seperti air yang selalu memberi ketenangan.. Mengalir pada tempatnya..
Yaa..dia tenang,, tidak banyak bicara.. Sulit ditebak..
Raut wajahnya yang keras menggambarkan ketegasan..
Namun ada sisi lembut dan memberikan kenyamanan..
Terlalu awal aku mengenalnya sebagai yang indah ketika itu..
Aku rapuh tanpa nya..
Namun ada yang lebih rapuh ketika tak ada dia..
Seorang gadis cantik penderita radang otak membutuhkannya untuk selalu ada,, menemaninya,, menjaganya..
Aku sadar gadis itu lebih membutuhkannya..
Ku lepas yang indah ketika itu di persimpangan..
Aku merelakannya.. Dan aku merasakan kehilangan yang pertama..

31 Maret 2010 aku mengenalnya..
Seperti seorang malaikat yang dikirim Tuhan.. Menjagaku dalam diam..
Yaa..dia tak pernah mengungkapkan rasa sayangnya..
Tapi aku tau dia begitu peduli,, begitu menyayangi ku,, dan mencintai ku sepenuh hatinya..
Dengan caranya dia selalu membuat ku nyaman..
Terlihat cuek diluar tapi perhatian didalam..
Raut wajahnya menggambarkan keceriaan.. 
Mampu menularkan senyuman dan semangat pada ku dan orang-orang di sekitarnya..
Aku sangat rapuh ketika itu..
Tapi dia selalu memeluk ku hangat dengan senyumannya,, menjaga ku dalam diamnya..
Aku menaruh banyak harapan padanya..
Kamu masih mau menjelajah dunia bersama ku kan..?”, katanya dalam sebuah surat ketika aku melemah..
Dia memotivasi ku untuk sembuh.. Untuk tetap tersenyum ketika aku lemah..
Dia lah yang terindah ketika itu..
Aku tau Tuhan memberi disaat aku membutuhkan,, bukan disaat aku menginginkan..
Dan ketika waktu ku bersamanya seolah sudah habis..
Tuhan membutuhkannya..
Dan aku harus melepasnya di persimpangan..
Ku hantar dia yang terindah untuk bekerja di ladang Tuhan..
Aku merelakannya..
Tuhan yang mempertemukan,, mempersatukan,, dan memisahkan..
Dan aku merasakan kehilangan yang kedua..
Kehilangan yang begitu mulia..
Malaikat yang dikirim Tuhan harus kembali pulang..

20 November 2011 aku mengenalnya..
Terlalu awal setelah kehilangan ku yang kedua..
Seperti api yang selalu berkobar-kobar..
Dia selalu bersemangat.. Membicarakan apa pun yang ada dalam pikirannya..
Mimpi-mimpinya,, obsesi-obsesinya,, semua hal..
Tak pernah lelah.. Tak pernah kehilangan gairah..
Raut wajahnya menggambarkan betapa banyak mimpi-mimpi yang ingin dia perjuangkan..
Dia menjaga ku dengan sangat posesif..
Membawa ku kemana dia pergi.. Mengantar ku kemana aku pergi..
Seolah ingin melindungi ku dari setiap kelemahan dan kerapuhan ku..
Dia sempat menjadi yang indah ketika itu..
Sebelum akhirnya semua berubah..
Dia diam.. Seperti bukan dia lagi..
Tak pernah menjaga ku dengan posesifnya..
Seorang gadis yang sangat kukenal kini dijaganya dengan posesifnya..
Aku tau,, tapi aku diam..
Aku lepaskan dia di persimpangan..
Aku rela.. Aku  merasakan kembali kehilangan yang ketiga..
Dan inilah kehilangan yang menyakitkan..

Hingga akhirnya trauma-trauma kehilangan di persimpangan membuat ku takut untuk merasakan kehilangan lagi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar