Suratku tak kan pernah terkirim..
Karena sebenarnya aku hanya ingin berbicara kepada hati ku..
Aku ingin bercerita.. Berdiskusi..
Dan berbincang hangat dengan temaram senja,,
dengan setangkai mawar putih,, dengan detik jam..
Tentang dia..
Yaa.. Tentang dia..
Yang mampu membuat ku tersenyum dengan sederhana..
Tertawa dengan lepasnya..
Mencintai apa yang tidak aku suka..
Dia,, yang aku reka..
Yang aku anggap sebagai gambaran ideal kekasih yang sempurna..
Sebagian diri ku menginginkan dia datang..
Membenci diri ku,, menertawakan kebodohan ku,,
bahkan mungkin kekhilafan ku untuk sampai jatuh cinta padanya..
Mengolok-olok aku yang hingga kini masih berada di tempat yang sama..
Akan aku kirim lagi bunga-bunga mawar layu,, kotak hadiah,,
ucapan penyemangat,, surat-surat,, semua tulisannya..
Dari mulai pesan sebaris hingga doa berbait-bait..
Bukti-bukti bahwa kita pernah saling tergila-gila..
Semuanya beterbangan masuk ke memori nya..
Seperti kaset yang diputar lagi..
Dia pergi dan tak pernah menoleh lagi..
Hidup ku,, hidup nya,, mungkin akan lebih mudah..
Namun...
Sebagian diri ku menginginkan agar dia datang,,
menjemputku,, dan untuk kali kesekian jatuh cinta lagi..
Segila-gilanya..
Hingga tak tau batas kesadaran akan dunia nyata dan dunia cinta..
Kita terdampar kembali di sebuah alam tak dikenal..
Membaca ulang semua kalimat,, mengenang setiap inci perjalanan..
Betapa aku percaya bahwa setetes air mata pun akan terhitung,,
tak ada yang mengalir sia-sia..
Kalau saja langit senja sudah cukup terang,,
tak perlu adanya siang..
Tanpa ragu aku akan memilih satu detik bersamanya untuk diabadikan..
Satu saja..
Cukup ketika senja..
Satu detik yang segenap keberadaannya aku persembahkan untuk bersamanya..
Aku takut..
Takut karena jujur..
Yang menyudutkan ku untuk mengakui..
Betapa perasaan ini begitu dalam..
Aku yang mendapat tugas mendokumentasikannya..
Jangan heran ketika aku menangis sejadi-jadinya..
Ketika sepi melanda,,
aku akan bercerita kepada senja..
Membujuknya untuk membawaku kembali pulang..
Aku,, yang merasakan apa yang dia rasakan..
Aku,, yang menuliskan surat-surat cinta dan bercerita kepada senja..
Tentang DIA..
Tentang dia..
Yaa.. Tentang dia..
Yang mampu membuat ku tersenyum dengan sederhana..
Tertawa dengan lepasnya..
Mencintai apa yang tidak aku suka..
Dia,, yang aku reka..
Yang aku anggap sebagai gambaran ideal kekasih yang sempurna..
Sebagian diri ku menginginkan dia datang..
Membenci diri ku,, menertawakan kebodohan ku,,
bahkan mungkin kekhilafan ku untuk sampai jatuh cinta padanya..
Mengolok-olok aku yang hingga kini masih berada di tempat yang sama..
Akan aku kirim lagi bunga-bunga mawar layu,, kotak hadiah,,
ucapan penyemangat,, surat-surat,, semua tulisannya..
Dari mulai pesan sebaris hingga doa berbait-bait..
Bukti-bukti bahwa kita pernah saling tergila-gila..
Semuanya beterbangan masuk ke memori nya..
Seperti kaset yang diputar lagi..
Dia pergi dan tak pernah menoleh lagi..
Hidup ku,, hidup nya,, mungkin akan lebih mudah..
Namun...
Sebagian diri ku menginginkan agar dia datang,,
menjemputku,, dan untuk kali kesekian jatuh cinta lagi..
Segila-gilanya..
Hingga tak tau batas kesadaran akan dunia nyata dan dunia cinta..
Kita terdampar kembali di sebuah alam tak dikenal..
Membaca ulang semua kalimat,, mengenang setiap inci perjalanan..
Betapa aku percaya bahwa setetes air mata pun akan terhitung,,
tak ada yang mengalir sia-sia..
Kalau saja langit senja sudah cukup terang,,
tak perlu adanya siang..
Tanpa ragu aku akan memilih satu detik bersamanya untuk diabadikan..
Satu saja..
Cukup ketika senja..
Satu detik yang segenap keberadaannya aku persembahkan untuk bersamanya..
Aku takut..
Takut karena jujur..
Yang menyudutkan ku untuk mengakui..
Betapa perasaan ini begitu dalam..
Aku yang mendapat tugas mendokumentasikannya..
Jangan heran ketika aku menangis sejadi-jadinya..
Ketika sepi melanda,,
aku akan bercerita kepada senja..
Membujuknya untuk membawaku kembali pulang..
Aku,, yang merasakan apa yang dia rasakan..
Aku,, yang menuliskan surat-surat cinta dan bercerita kepada senja..
Tentang DIA..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar