Selasa, 02 Desember 2014

Kecewa ku :')

Aku harus sampaikan ini..
Sebelum hujan berhenti,,
Sebelum senja menghilang,,
Sebelum embun pagi datang..

Ini kekecewaan ku . . .

Bukan karena perlakuan mu,,
Bukan karena sikap mu,,
Bukan pula karena tutur kata mu..
Tapi karena ketakutan mu..
Aku tau itu..

Kamu telah menghapusnya,, membuangnya..
Entah kemana..

Aku kecewa . . .

Aku tak menemukan sedikit pun yang tersisa..
Kotak itu kosong..
Kotak yang aku sembunyikan di dalam almari..
Di sudut terdalam yang tak pernah nampak..

Aku tak pernah sekali pun membenci mu,,
Menghapus jejek itu,,
Apa lagi membuang kertas-kertas itu..
Niat pun tak pernah ada..

Aku hanya menyimpannya,, menyembunyikannya..
Supaya aku tak selalu membukanya..
Itu yang kamu minta bukan..?

Ingatlah,,
seberapa jauh kamu membuangnya,, semua akan tetap menjadi jasad..
Dan suatu saat bau itu kan tercium,,
membuat mu kembali untuk mencarinya..

Ini bukan ancaman,, namun sebuah pesan..
Yang pergi suatu saat akan kembali..
Aku sangat mengenal mu,, melebihi kamu mengenal diri mu..
Karena kotak itu adalah rumahnya,,
apa yang telah kamu jauhkan dan kamu buang,,
dia tetap ada di rumahnya..
Inilah yang dinamakan 'kenangan'

Jangan kamu cari,, bila aku membawa kotak itu pergi..
Maaf..
Aku kecewa . . .

Selasa, 18 November 2014

Aku Menyebutnya Titik-Titik Embun

Ini sebuah cerita..
Apa maksudnya.. Dan apa maknanya..
Jangan tanya pada ku.. Karena aku pun tak tau..

Mungkin aku seorang yang mudah mengagumi..
Terlebih mereka yang telah dibentuk-Nya..
Dirias auranya.. Dipoles pikir dan rasanya..

Aku tak tau seberapa kuat perasaan-perasaan ini..
Tapi ini bukan yang pertama kali atau kedua kalianya..
Ketiga,, keempat,, kelima,, kesepuluh,, entahlah ke berapa lagi aku pun tak ingat..
Rasanya begitu kuat luar biasa..

Selalu berbeda ketika bertemu dengan mereka..
Aku menyebutnya titik-titik embun di daun talas..
Dingin tapi menyejukkan..
Sejenak tapi menenangkan..
Kamu yang mengenal ku pasti tau..

Adakah diantara titik-titik embun tersebut tercipta untukku..?
Menyejukkan dan menenangkan ku..?
Aku tak tau.. Sejenak lalu hilang..
Hanya kagum kah..? Nasib yang sama kah..?
Rasa yang sama kah..?
Lagi-lagi aku tak tau..

Tolong bantu aku..
Siapa kamu titik-titik embun..?
Y, T, A, K, R atau siapa lagi..?
Datang dengan cepat dan berlalu dengan cepat..
Sejenak tapi seakan memiliki..

Aku yang tak pernah tau,,
di daun talas manakah akan ku temukan embun pagi itu lagi..

Yang pernah datang seolah tak akan kembali lagi..
Silih berganti tak sempat ku ucapkan selamat pagi..

Kamis, 30 Oktober 2014

Kunang-Kunang

Haii kunang-kunang..
Kamu terlihat mempesona..
Datang berputar-putar disekitarku..
Mengajakku bermain dan mengalihkan apa pun itu..

Kamu datang setiap hari..
Tak tau waktu..

Terkadang dini hari ketika aku bangun tidur..
Terkadang di siang yang terik ketika aku sedang beraktivitas..
Terkadang di sore hari saat aku sedang menikmati temaram senja..
Dan terkadang malam hari ketika aku sibuk dengan tugas-tugas ku..

Tak masalah kamu datang..
Tapi tak seharusnya seintens itu..
Sering kali sepanjang hari kamu datang mengajakku bermain..

Kamu bukan kekasih ku,,
tetapi aku harus berbagi dengan mu..
Memperhatikan mu lebih sering..
Mengabaikan tugas-tugas ku..
Semuanya..
Saat kamu datang aku pun rela meninggalkan apa pun itu..
Yaa..hanya untuk menemani kehadiran mu..

Aku tak berniat mengusir mu..
Tapi tolong lah aku..
Aku menyadari kehadiran mu..
Sepenuhnya menyadari mu..
Dan aku tau kamu sudah menjadi bagian dari tubuh ku..
Bahkan mungkin jiwa ku..

Sesakit apa pun itu.. Aku tak akan mengusir mu..
Justru karena kamu aku bersyukur masih bisa merasakan sakit..
Bagus bukan? Karena ternyata aku tidak mati rasa..
Buktinya aku masih merasakan kamu ada..

Kamu boleh datang..
Boleh mengajakku bermain..
Tapi aku mohon,,
jangan ajak aku ikut bersama mu..
Aku takut..

Masih Tentangnya..

Apa kalian mengenalnya?
Ini masih tentangnya..
Tentang pendar cahaya malam..
Aku merasa sangat mengenalnya..
Dia seperti Revan.. Yaa kekasih ku..
Tak ada yang tau kan kalau aku memiliki kekasih..?
Dia kekasih khayalan ku..
Bukan..
Tentu saja bukan khayalan..
Dia nyata bagiku.. Hanya saja kalian tak bisa melihatnya..
Jika kalian dapat melihatnya,, kalian pasti akan berpendapat sama seperti aku..
Tak ada yang berbeda.. Nyaris kembar mungkin..
Aku tak bisa menggambarkannya.. Karena aku tak melihat dari fisiknya..
Aku melihat dari hatinya yang begitu tulus..
Yaa seperti pendar cahaya malam..
Memandangnya cukup tak berlensa..

Jika Tak Cukup Waktu ku . . .

Jika tak cukup waktu ku menikmati hangatnya mentari pagi,,
setidaknya aku masih dapat merasakan dinginnya malam ini..

Jika tak cukup waktu ku untuk mengucapkan selamat pagi,,
setidaknya aku masih dapat memandangmu dari sini..

Jika tak cukup waktu ku untuk membuat mu tertawa,,
setidaknya aku masih berusaha menahan mu untuk tidak berduka..

dan

Jika tak cukup waktu ku untuk tinggal lebih lama,,
setidaknya aku masih berusaha ada.. :')

Selasa, 07 Oktober 2014

-Pendar Cahaya Malam-

Entah apa yang ada dalam pancaran pesonanya..
Begitu kuat dan melekat..
Pendar cahayanya membuatku tersenyum..
Bukan karena indahnya,, tapi ada sesuatu didalam dirinya..
Aku terpikat aku terikat..
Mampukan aku tak menoleh ke belakang..
Seiring sirnanya senja,, bahkan aku tak peduli dengan temaram yang mulai hilang..
Aku tetap menatapnya tak berkedip..
Seperti titik-titik cahaya lampu indah walau aku tak berlensa..
Sungguh aku tak tau..
Begitu dekat begitu hangat..
Aroma manis permen karet melekat padanya..
Tak berani ku mendekat karena aku takut semakin terpikat..

Memandangnya cukup tak berlensa..

Kamis, 17 Juli 2014

Dear : "Senja"

Suratku tak kan pernah terkirim..
Karena sebenarnya aku hanya ingin berbicara kepada hati ku..
Aku ingin bercerita.. Berdiskusi..
Dan berbincang hangat dengan temaram senja,,
dengan setangkai mawar putih,, dengan detik jam..
Tentang dia..

Yaa.. Tentang dia..
Yang mampu membuat ku tersenyum dengan sederhana..
Tertawa dengan lepasnya..
Mencintai apa yang tidak aku suka..
Dia,, yang aku reka..
Yang aku anggap sebagai gambaran ideal kekasih yang sempurna..

Sebagian diri ku menginginkan dia datang..
Membenci diri ku,, menertawakan kebodohan ku,,
bahkan mungkin kekhilafan ku untuk sampai jatuh cinta padanya..
Mengolok-olok aku yang hingga kini masih berada di tempat yang sama..

Akan aku kirim lagi bunga-bunga mawar layu,, kotak hadiah,,
ucapan penyemangat,, surat-surat,, semua tulisannya..
Dari mulai pesan sebaris hingga doa berbait-bait..
Bukti-bukti bahwa kita pernah saling tergila-gila..
Semuanya beterbangan masuk ke memori nya..
Seperti kaset yang diputar lagi..
Dia pergi dan tak pernah menoleh lagi..
Hidup ku,, hidup nya,, mungkin akan lebih mudah..

Namun...
Sebagian diri ku menginginkan agar dia datang,,
menjemputku,, dan untuk kali kesekian jatuh cinta lagi..
Segila-gilanya..
Hingga tak tau batas kesadaran akan dunia nyata dan dunia cinta..
Kita terdampar kembali di sebuah alam tak dikenal..
Membaca ulang semua kalimat,, mengenang setiap inci perjalanan..
Betapa aku percaya bahwa setetes air mata pun akan terhitung,,
tak ada yang mengalir sia-sia..

Kalau saja langit senja sudah cukup terang,,
tak perlu adanya siang..
Tanpa ragu aku akan memilih satu detik bersamanya untuk diabadikan..
Satu saja..
Cukup ketika senja..
Satu detik yang segenap keberadaannya aku persembahkan untuk bersamanya..

Aku takut..
Takut karena jujur..
Yang menyudutkan ku untuk mengakui..

Betapa perasaan ini begitu dalam..
Aku yang mendapat tugas mendokumentasikannya..
Jangan heran ketika aku menangis sejadi-jadinya..

Ketika sepi melanda,,
aku akan bercerita kepada senja..
Membujuknya untuk membawaku kembali pulang..

Aku,, yang merasakan apa yang dia rasakan..
Aku,, yang menuliskan surat-surat cinta dan bercerita kepada senja..
Tentang DIA..

Kata Hati Mu yang Berbicara..

Kau terus bersabar,, 
memperjuangkan kekasih.. 
Kau menangis,, bersaing deras.. 
Kau menggigil,, seperti rintik yang beku.. 
Yaa..kau mungkin mulai membenci hujan seperti mulai membenci masa lalu.. 

Seperti hujan,, kekasih selalu membuatmu bersikap dingin.. 
Seperti sepi,, kekasih selalu membuatmu sendiri.. 
Seperti hingar,, kekasih selalu membohongimu.. 
Seperti malam,, kekasih selalu melukaimu.. 

Kalau memang dia hendak pergi janganlah kau tahan.. 
Perih hatimu tak akan menjadi lebih baik dengan menahannya untuk pergi.. 

Kau merindukannya.. 
Merindukan cara dia memperjuangkanmu.. 
Merindukan semua yang terbaik darinya.. 

Tapi kau menyangkalnya.. 
Kau menyangkalnya,, kalau kau telah sedemikian jatuh cinta padanya.. 
Semakin kau sangkal,, kau semakin sadar arti dirinya bagimu.. 

Kau menangis.. 
Meratapi tiap kejadian dengan perih.. 
Tapi lebih banyak menangis mengingat kebahagiaan kenangan bersamanya.. 

Aku tau sampai saat ini kau masih mencintainya.. 
Aku lah kata hati mu..

Jumat, 07 Februari 2014

Kehilangan di Persimpangan.. "Dari situlah ketakutan-ketakutan itu datang.."


16 Maret 2007 aku mengenalnya..
Seperti air yang selalu memberi ketenangan.. Mengalir pada tempatnya..
Yaa..dia tenang,, tidak banyak bicara.. Sulit ditebak..
Raut wajahnya yang keras menggambarkan ketegasan..
Namun ada sisi lembut dan memberikan kenyamanan..
Terlalu awal aku mengenalnya sebagai yang indah ketika itu..
Aku rapuh tanpa nya..
Namun ada yang lebih rapuh ketika tak ada dia..
Seorang gadis cantik penderita radang otak membutuhkannya untuk selalu ada,, menemaninya,, menjaganya..
Aku sadar gadis itu lebih membutuhkannya..
Ku lepas yang indah ketika itu di persimpangan..
Aku merelakannya.. Dan aku merasakan kehilangan yang pertama..

31 Maret 2010 aku mengenalnya..
Seperti seorang malaikat yang dikirim Tuhan.. Menjagaku dalam diam..
Yaa..dia tak pernah mengungkapkan rasa sayangnya..
Tapi aku tau dia begitu peduli,, begitu menyayangi ku,, dan mencintai ku sepenuh hatinya..
Dengan caranya dia selalu membuat ku nyaman..
Terlihat cuek diluar tapi perhatian didalam..
Raut wajahnya menggambarkan keceriaan.. 
Mampu menularkan senyuman dan semangat pada ku dan orang-orang di sekitarnya..
Aku sangat rapuh ketika itu..
Tapi dia selalu memeluk ku hangat dengan senyumannya,, menjaga ku dalam diamnya..
Aku menaruh banyak harapan padanya..
Kamu masih mau menjelajah dunia bersama ku kan..?”, katanya dalam sebuah surat ketika aku melemah..
Dia memotivasi ku untuk sembuh.. Untuk tetap tersenyum ketika aku lemah..
Dia lah yang terindah ketika itu..
Aku tau Tuhan memberi disaat aku membutuhkan,, bukan disaat aku menginginkan..
Dan ketika waktu ku bersamanya seolah sudah habis..
Tuhan membutuhkannya..
Dan aku harus melepasnya di persimpangan..
Ku hantar dia yang terindah untuk bekerja di ladang Tuhan..
Aku merelakannya..
Tuhan yang mempertemukan,, mempersatukan,, dan memisahkan..
Dan aku merasakan kehilangan yang kedua..
Kehilangan yang begitu mulia..
Malaikat yang dikirim Tuhan harus kembali pulang..

20 November 2011 aku mengenalnya..
Terlalu awal setelah kehilangan ku yang kedua..
Seperti api yang selalu berkobar-kobar..
Dia selalu bersemangat.. Membicarakan apa pun yang ada dalam pikirannya..
Mimpi-mimpinya,, obsesi-obsesinya,, semua hal..
Tak pernah lelah.. Tak pernah kehilangan gairah..
Raut wajahnya menggambarkan betapa banyak mimpi-mimpi yang ingin dia perjuangkan..
Dia menjaga ku dengan sangat posesif..
Membawa ku kemana dia pergi.. Mengantar ku kemana aku pergi..
Seolah ingin melindungi ku dari setiap kelemahan dan kerapuhan ku..
Dia sempat menjadi yang indah ketika itu..
Sebelum akhirnya semua berubah..
Dia diam.. Seperti bukan dia lagi..
Tak pernah menjaga ku dengan posesifnya..
Seorang gadis yang sangat kukenal kini dijaganya dengan posesifnya..
Aku tau,, tapi aku diam..
Aku lepaskan dia di persimpangan..
Aku rela.. Aku  merasakan kembali kehilangan yang ketiga..
Dan inilah kehilangan yang menyakitkan..

Hingga akhirnya trauma-trauma kehilangan di persimpangan membuat ku takut untuk merasakan kehilangan lagi..

Rabu, 05 Februari 2014

Salahkah aku..?


Siapa bilang cinta masa lalu tidak berpengaruh pada kenangan setiap orang..?
Itu salah..

Cinta masa lalu adalah cinta yang berbahaya..
Tau kenapa..?

Cinta masa lalu mengendap-endap seperti bayangan yang sewaktu-waktu siap menggelapkan..
Seperti tumbuhan akar-akaran,,
mengendap saat musim kemarau dan tumbuh lagi jika musim penghujan datang..

Yaa seperti itulah cinta masa lalu..
Ia tidak menghilang..
Hanya mengendap,,
menunggu sesuatu yang membuatnya bangkit lagi..
Tidak bisa dipungkiri..

"Seandainya..."
"Ahh..tidak mungkin.."

Kata 'seandainya' terus terngiang di kepalaku..
Dan percuma saja ku ucapkan berkali-kali..

Aku tidak bisa mengembalikan waktu dan kenangan-kenangan itu..
Tapi salahkah bila aku masih berharap..?

Sabtu, 01 Februari 2014

Suatu Hari Dia Akan Kembali :)

Ketika tak ada lagi yang bisa kamu percaya di dunia ini,,
lihat lah sekitar mu..


Seperti temaram senja datang memeluk mu menyambut malam..
Seperti mentari pagi tersenyum hangat memberi mu semangat..


Jangan takut..


Yang telah pergi suatu saat pasti akan kembali..
Yakin lah dalam hatimu..


Merpati tak pernah ingkar janji.. 
Suatu hari dia akan kembali..

Jumat, 31 Januari 2014

"Jejak Senja"


Karena,, aku tak mau mengkhianati apa yang selama ini kupertahankan..
Aku memiliki masa lalu,,
Terikat oleh kenangan,,
Terikat oleh..oleh banyak hal..
Bahkan mungkin ketakutan ku sendiri..
Banyak hal yang membuat aku harus selalu ingat dan harus tetap memegangnya..
Aku punya kekasih,, meski itu hanya masa lalu..
Aku tetap setia,, bahkan mungkin aku terlalu setia..
Setia dengan apa yang pernah ku yakini..
Aku ingin selalu meyakinkan diri ku sediri bahwa aku setia..
Bahwa aku masih sanggup..

"Dia meninggalkan mu..?"
"Dia mati dalam hati ku.."

"Dia mengkhianati mu..?"
"Dia tak pernah mengkhianati ku.."

"Dan,, kamu masih selalu mengingatnya..?"
"Selalu.."

"Kamu tak pernah berusaha mencari penggantinya..?"
"Dia mati di dalam hati ku.. Dan aku mengubur jasadnya di sana.."

"Apakah kamu tak pernah berusaha menguburkannya di tempat lain agar hati mu ada tempat untuk orang lain..?"
"Barangkali hati ku juga sudah ikut mati.."

"Aku tak mengerti.."
"Hanya aku yang mengerti.."

Karena aku telah membutakan hati ku,,
Membunuh perasaan ku dengan obsesi masa lalu ku..
Betapa aku sebenarnya sudah mati,,
Tetapi aku selalu mengatakan bahwa aku tetap hidup dengan tegar..
Kamu mungkin membenci ku.. 

Kamis, 30 Januari 2014

Andai Kamu Tau . . .


Ketika cinta membuat luka dan membuat ku kehilangan mu,,
Aku memilih menyimpan cinta ku direlung hati paling jauh dan dalam..
Ahh bukan.. Tentu saja semua itu bukan luka..
Tapi aku merasa kehilangan..

Dan luka.. Biarkan ia pun tersimpan di hati..
Dan dengan begitu,, kau akan tetap di sisi ku,, bukan..? :')
Sehingga aku tak merasakan kehilangan itu lagi..
Ahh..nyatanya,, kau tetap menjelma kehilangan dalam kisah kita..
Entah bagaimana,, aku pun kehilangan bahagia..

Yaa..aku diam.. Aku memang diam..
Tapi diam bukan berarti aku tak berusaha..
Aku berusaha membuka hati.. Untuk dia,, mereka,, atau siapa pun itu..
Andai kamu tau..
Kerelaan ku sedang diuji..
Tak ada yang bisa meyakinkan ku..
Menghilangkan rasa takut ku,, kekhawatiran ku,, dan bahkan trauma ku..

Kau.. Di takdir manakah kita bisa bertemu kembali..?
Aku menunggu mu..